Semarak Ramadan di Masjid Baiturrahman, Sehari Sekali Khatam Al-Quran

Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman yang berdiri di lingkungan perkantoran Perumda Tirta Bhagasasi menyelenggarakan serangkaian kegiatan sepanjang Ramadan 1447 H/2026. Kegiatan yang diselenggarakan tak hanya diperuntukkan bagi pegawai, tapi juga masyarakat sekitar.

Ketua DKM Baiturrahman Hasan Basri mengatakan, rangkaian kegiatan sepanjang Ramadan ini memang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Misalnya saja tadarus Al-Quran, pembagian ta’jil, penyediaan menu sahur, solat tarawih berjamaah, peringatan Nuzulul Quran, juga pelaksanaan itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.

“Kami mempertahankan tradisi penyelenggaraan kegiatan Ramadan yang memang berlangsung setiap tahunnya, tapi dengan mengupayakan peningkatan kualitas ibadah juga pelayanan yang lebih baik kepada jemaah,” kata Hasan, Kamis (26/2/2026).

Upaya meningkatkan kualitas ibadah itu ditempuh dengan mengubah skema tadarus Al-Quran, yang semula dilakukan bersamaan, kini dibagi merata ke seluruh bagian juga kantor cabang dan kantor cabang pembantu.

Setiap harinya, perwakilan dari bagian juga cabang atau cabang pembantu akan berkumpul di masjid, membaca juz Al-Quran yang menjadi tanggung jawabnya. Bagian atau cabang dan cabang pembantu yang berhalangan hadir langsung, tetap dibebani tanggung jawab menyelesaikan dan melaporkan tanggung jawab bacaannya.

“Dengan demikian, dalam sehari bisa sekali khatam, meskipun dengan sistem gotong royong. Sementara skema sebelumnya, sehari hanya menyelesaikan satu juz yang dibaca bersamaan, sehingga dalam sebulan hanya khatam satu kali,” katanya.

Jika pelaksanaan tadarus ini dikhususkan kepada pegawai, maka kegiatan-kegiatan yang lainnya, terbuka untuk diikuti warga di sekitar masjid. Salah satu yang mendapat antusias cukup tinggi ialah pembagian ta’jil untuk berbuka puasa.

Setiap harinya, pengurus DKM Baiturrahman menyediakan sekitar 100 porsi ta’jil yang diperuntukkan bagi jemaah, baik itu pegawai, warga, ataupun musafir yang tengah melintas di sekitar masjid.

“Dana untuk penyediaan ta’jil juga penyelenggaraan kegiatan lain bersumber dari kas masjid yang berasal dari pegawai,” ucap Hasan. (tim media)