Pusat data single terbesar resmi beroperasi di Kabupaten Bekasi. Pusat data tersebut diberi nama JK6 yang dikelola PT DCI Indonesia dan terletak di kawasan industri MM2100, Cibitung. Pusat data berkapasitas 36 watt di Kabupaten Bekasi ini menjadi pusat data kedelapan di Indonesia. Dengan beroperasinya pusat data ini dapat mendorong perekonomian digital. Seperti layanan publik, transaksi keuangan hingga sistem-sistem komunikasi perusahaan di berbagai sektor.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, dari 280 juta masyarakat Indonesia, sedikitnya 220 juta masyarakat telah menggunakan internet. Oleh sebab itu, pusat data kedelapan ini menjadi tulang punggung ekonomi digital. Sebagai penyimpanan data, pengolahan hingga pertukaran data lintas sektor, seperti teknologi kecerdasan buatan, layanan digital publik, dan industri strategis.
“Pusat data ini adalah pelabuhan digital. Strategi hilirisasi digital harus ditingkatkan untuk kemitraan pentahelix, pembenahan kelembagaan, dan akselerasi startup nasional. Bukan hanya sebagai infrastruktur digital, pusat data ini juga memiliki nilai ekonomi berkelanjutan,” ucap Meutya.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap, infrastruktur pusat data ini sebagai langkah transformasi digital. Menurutnya, pusat data berkelas dunia ini untuk mewujudkan kemajuan bangsa.
“Sejak tahun 2013, DCI Indonesia menjadi pelopor, kini memimpin industri data center di Indonesia. Pemerintah akan memberi dukungan melalui kolaborasi bersama dunia usaha juga swasta untuk meningkatkan transformasi digital,” tandas Agus. (Tim Media)


