Kali Bekasi menjadi salah satu sumber utama air baku bagi Perumda Tirta Bhagasasi. Selama beberapa hari terakhir, curah hujan yang tinggi terjadi, baik pada hulu Kali Bekasi yakni pertemuan sungai Cikeas dan Cileungsi hingga wilayah hilir. Sehingga membuat debit air pada Kali Bekasi meningkat. Kondisi ini sangat mempengaruhi pasokan air baku yang digunakan Perumda Tirta Bhagasasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam kondisi normal, air Kali Bekasi mengalir menuju saluran irigasi yang mengarah ke wilayah utara Kabupaten Bekasi. Seperti Babelan, Pondok Ungu, dan Tarumajaya. Aliran air ini diatur melalui Bendung Bekasi, yang berfungsi menjaga keseimbangan antara kebutuhan irigasi, pasokan air baku dan pengendalian banjir.
Untuk mengantisipasi peningkatan bencana banjir, Perum Jasa Tirta II (PJT II) selaku pengelola sumber daya air melakukan pengaturan dengan membuka seluruh pintu air di Bendung Bekasi. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat aliran air ke hilir dan mengurangi risiko banjir di daerah rawan banjir.
Namun secara teknis, keputusan ini berdampak pada berkurangnya aliran air ke saluran irigasi yang mengarah ke wilayah utara. Termasuk ke sistem pengambilan air baku milik Perumda Tirta Bhagasasi. Akibatnya, pasokan air baku ke beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) menurun dan berpotensi mempengaruhi kelancaran distribusi air bersih pada sebagian wilayah pelayanan.
Perumda Tirta Bhagasasi terus memantau kondisi ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kontinuitas pelayanan. Warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak. Dan tetap tenang menghadapi situasi yang bersifat sementara ini. Dukungan distribusi melalui tangki air bersih juga disiagakan sebagai langkah antisipatif. (Tim Media)


