Menjelang pergantian tahun baru, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat timbul dari cuaca ekstrem. Himbauan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini tertuang dalam Surat Edaran bernomor 300.2.3/10237/BPBD.
Dalam surat edaran itu, seluruh unsur, mulai dari jajaran dinas, camat, hingga kepala desa, diminta untuk segera mengambil langkah mitigasi guna meminimalisir risiko bencana seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Muchlis mengungkap bahwa koordinasi antarstakeholder harus diperkuat. Terutama dalam mengaktifkan posko-posko pemantauan di wilayah rawan.
”Kami meminta seluruh aparatur pemerintah hingga tingkat desa untuk segera menyiagakan personel dan mengaktifkan Posko Siaga Bencana. Koordinasi yang cepat adalah kunci utama agar kita bisa merespons setiap kejadian secara realtime dan tepat sasaran,” kata Muchlis.
Muchlis juga meminta masyarakat untuk bahu-membahu melakukan kerja bakti membersihkan saluran drainase dan memangkas pohon yang sudah lapuk. Selain itu ia juga telah mengimbau agar aparat desa dan kelurahan siaga 24 jam menetapkan lokasi evakuasi yang aman, seperti gedung sekolah atau kantor desa. Masyarakat juga dapat melapor apabila terjadi keadaan darurat ke Call Center 112 atau WhatsApp Pusdalops BPBD di nomor 0812-1907-1900.
”Kami berharap masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Pastikan setiap keluarga memiliki rencana evakuasi mandiri dan terus mengikuti perkembangan cuaca dari sumber resmi agar terhindar dari informasi hoaks yang sering beredar saat terjadi bencana,” tutup Muchlis. (Tim Media)


