Pemerintah mulai melakukan mitigasi terhadap industri padat modal mulai menerjang Indonesia, khususnya Kabupaten Bekasi sebagai wilayah industri. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja pada industri dengan menggencarkan pelatihan kerja. Diperkirakan selama 10 tahun ke depan, berbagai posisi kerja akan mulai menghilang seiring dengan berkembahnya teknologi yang diadopsi oleh perusahaan.
Menteri Tenaga Kerja Yassierli mengatakan, fokus pemerintah dalam lima tahun ke depan salah satunya dengan transformasi Balai Latihan Kerja agar dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia. Terdapat sekitar 41 BLK di bawah naungan Kemenaker dan ratusan BLK milik pemerintah daerah.
“Sehingga pelatihan dapat dilakukan secara masif efektif guna menjawab tuntuntan tenaga kerja ke depan. Kemudian perusahaan juga bisa tumbuh lebih produktif untuk merekrut tenaga kerja yang lebih banyak,” ucap Yassierli.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Nur Hidayah meminta para pencari kerja harus adaptif untuk menghadapi gelombang industri padat modal yang mulai terjadi di Kabupaten Bekasi. Selain harus adaptif, pencari kerja juga dihimbau untuk terus mengasah kembali kemampuan serta skillnya agar menyesuaikan dengan kebutuhan industri di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Bagaimana kemudian kita bisa meningkatkan skill, meningkatkan kompetensi para pencari kerja sehingga mereka secara tidak langsung dengan peningkatan yang tadi mereka dapatkan, menjadi mudah mendapatkan kesempatan kerja di dunia industri,” tandas Nur. (Tim Media)


