Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Kratom ke Amerika dan Eropa

Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Kratom ke Amerika dan Eropa

Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor kratom pertama di Indonesia dalam bentuk serbuk atau produk siap pakai di PT Oneject, Kawasan Industri GIIC, Cikarang Pusat pada Jumat (28/2). Sebanyak 13 kontainer yang mengangkut kratom dengan total 351 ton itu diekspor ke negara bagian Amerika serta Eropa. Adapun nilainya mencapai 1.053.000 US Dolar atau setara Rp 17,45 miliar.

Budi mengungkap, ekspor kratom sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam, namun dalam bentuk daun dan lembaran, dalam artian barang mentah juga belum melalui proses sterilisasi sehingga membuat para petani kerap merugi. Saat ini ekspor kratom sudah diatur dalam Permendag nomor 20 dan 21 tahun 2024.

“Jadi kratom yang boleh diekspor itu adalah serbuk kurang dari 600 mikron, kalau di atas 600 mikron itu tidak boleh karena itu masih dianggap barang mentah,” ucap Budi di Cikarang Pusat, Jumat (28/3).

Ekspor kratom yang telah melalui tahap sterilisasi dan uji laboratorium di Sucofindo ini, lanjut Budi, merupakan bagian dari proses hilirisasi yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Budi juga mengimbau kepada para eksportir untuk menjaga harga jual kratom. Seperti apabila harga internasionalnya murah, eksportir diminta menjaga suplai kratom tersebut. Dan jika harga pasar mahal juga membutuhkan suplai, Budi meminta untuk menaikan ekspor. Tujuannya untuk melindungi petani dan eksportir, sehingga ada nilai tambah

“Nah kalau dulu tidak diatur kan produksi kita banyak sekali, kita ekspor terus akhirnya suplai berlebihan akhirnya harga jatuh. Kualitas tidak bagus, harga jatuh. Nah sekarang kita atur supaya melindungi petani, eksportir dan ada nilai tambahnya sehingga yg kita eskpor itu benar-benar bagian dari proses hilirisasi,” tambahnya.

Budi berharap komiditas kratom ini dapat berkembang dan menjadi produk-produk barang yang lebih bagus lagi sehingga akan menambah nilai jual. Adapun, kratom yang diekspor ke negara bagian Amerika dan Eropa ini akan dapat digunakan untuk keperluan kesehatan dan lainnya.

“Karena harapan kita kan tidak hanya serbuk saja yang diekspor, kalau kita bisa proses hilirisasi di sini dan bisa diekspor yang punya nilai tambah itu lebih bagus. Tinggal kita mencari pasar yang lebih bagus,” tandasnya. (Tim Media)