Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemprov DKI Jakarta resmi meluncurkan layanan Transjabodetabek koridor Cawang–Cikarang (Kota Jababeka) pada Kamis (12/2). Peluncuran ini dilakukan di kawasan Jababeka dan juga sebagai langkah konkret sinergi antar daerah dalam menyediakan transportasi massal yang modern dan terintegrasi. Kehadiran rute B51 ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas ribuan pekerja di kawasan industri terbesar di Indonesia yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.
Secara teknis, sebanyak 14 unit bus low entry rute B51 ini melayani penumpang setiap hari sejak pukul 5.00 Wib hingga 22.00 WIB. Tarif yang ditawarkan, yakni Rp 3.500 untuk reguler dan tarif khusus Rp 2.000 bagi keberangkatan pagi hari. Bus akan berhenti di 11 titik strategis, mencakup area transportasi utama di Cawang hingga pusat-pusat kegiatan di Jababeka, dengan jarak kedatangan antar bus hanya 10 menit pada jam sibuk.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkap bahwa layanan ini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi berbagai dampak negatif pertumbuhan industri, seperti kemacetan dan tingginya biaya transportasi. Menurutnya, akses langsung dari Jakarta ke jantung kawasan industri akan meningkatkan efisiensi waktu tempuh pekerja sekaligus membantu menurunkan tingkat polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang masif.
“Ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat melahirkan sistem transportasi yang terintegrasi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat kawasan industri,” terang Asep.
Asep juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, Transjakarta, hingga pihak swasta (Jababeka). Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini adalah bukti nyata bahwa keterpaduan sistem transportasi dapat diwujudkan demi kepentingan publik. Layanan ini tidak hanya sekadar menambah rute, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan konektivitas wilayah Kabupaten Bekasi di masa depan.
“Kepercayaan masyarakat dibangun dari kualitas layanan yang konsisten. Jaga standar pelayanan agar masyarakat semakin yakin menggunakan transportasi publik,” tutup Asep. (Tim Media)


