Hemat 60 Menit, Tol Japek II Selatan Jadi Jalur ‘Sakti’ Pemudik Menuju Bekasi

Peta perjalanan arus balik lebaran tahun ini menawarkan solusi jitu bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan di ruas utama jalan tol Jakarta-Cikampek. Pengoperasian jalur fungsional Jalan Tol Japek II Selatan kini mulai dirasakan manfaatnya secara nyata, terutama dalam memangkas waktu tempuh hingga satu jam lebih cepat bagi pengendara yang mengarah ke wilayah Bekasi dan sekitarnya. Pada arus balik mudik lebaran ini, GT Burangkeng di Setu menjadi jalur favorit masyarakat untuk keluar ke jalur arteri dan masuk kembali ke Tol JORR II.

Kehadiran jalur alternatif ini menjadi jawaban atas kepadatan yang kerap terjadi di pertemuan arus Tol Cipularang dan Tol Jakarta-Cikampek eksisting. Dengan melintasi jalur fungsional ini, durasi perjalanan menuju Jabodetabek menjadi lebih cepat.

Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan Charles Lendra mengungkap, jalur ini dibuka secara fungsional. Bagi pemudik yang ingin memanfaatkan fasilitas ini harus masuk melalui titik yang telah ditentukan, salah satunya adalah melalui Tol Sadang. Pengendara cukup melakukan transaksi di GT Sadang untuk melunasi tarif Tol Cipularang, sementara perjalanan dari Sadang hingga wilayah Setu digratiskan.

“Prosedur masuk wajib melalui jaringan jalan tol yang sudah ada. Jalur ini tidak menyediakan akses masuk langsung dari jalan raya reguler (arteri),” jelas Charles saat memberikan keterangan.

Meski berstatus fungsional, fasilitas pendukung di sepanjang jalur ini tergolong sangat memadai. Terdapat rest area di KM 18 yang masuk ke Desa Sukaragam, Serangbaru. Di sana terdapat layanan pengisian bahan bakar darurat, pusat istirahat, gerai makanan, keamanan 24 Jam dengan 12 unit kamera pengawas, tim teaksi cepat yang terdiri dari armada patroli, ambulans, tim rescue, hingga mobil derek yang siaga penuh. Selain itu, pembukaan Tol Japek II Selatan ini tidak bersifat permanen 24 jam. Operasionalnya sangat bergantung pada kondisi lalu lintas di jalur utama dan sepenuhnya berada di bawah diskresi pihak kepolisian.

“Jalur ini menjadi katup penyelamat. Jika kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek utama sudah mengkhawatirkan, maka arus akan dialihkan ke sini untuk mengurai penumpukan,” pungkasnya. (Tim Media)