Direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Bhagasasi tengah mempersiapkan paket kebijakan terkait efisiensi energi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Melalui langkah efisiensi ini, selain terwujud penghematan energi, diharapkan juga nantinya dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi usai apel Rabu (1/4/2026), yang juga dirangkaikan dengan agenda halal bihalal pegawai serta dewan pengawas.
“Segera kami buat setelah edaran pemberitahuannya diterima, karena tentu kami harus menyesuaikan juga dengan kebijakan di pusat,” ucapnya.
Sambil menunggu arahan dimaksud, pihaknya tengah menginventarisasi hal-hal mana saja yang dapat diefisienkan, selain perihal pemberlakuan skema ‘work from home’ bagi para pegawai.
“Kami di Perumda Tirta Bhagasasi ini menjalankan fungsi pelayanan, sehingga pelayanan tidak boleh sampai terganggu dengan diberlakukannya kebijakan ini. Mungkin pegawai di bagian administrasi yang masih memungkinkan diberlakukan skema WFH, sedangkan pelaksana pelayanan harus tetap masuk,” ucapnya.
Selain perihal WFH pegawai, yang juga memungkinkan dilakukan sejalan dengan semangat efisiensi energi ialah penghematan listrik yang dipergunakan di setiap kantor, baik di pusat, cabang, maupun cabang pembantu. Bahkan untuk keperluan jangka panjang, pihaknya juga tengah mensurvey pompa hemat energi untuk keperluan produksi dan distribusi air.
“Karena proses produksi kami masih mengandalkan pasokan listrik, sehingga yang diupayakan untuk penghematan ialah mencari pompa yang hemat energi untuk keberlangsungan lebih lanjut juga,” katanya.
Selain itu, upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan juga akan dikaitkan dengan langkah-langkah menekan kebocoran air, memperluas cakupan pelayanan, serta mendorong peningkatan pemakaian rata-rata pelanggan.
“Dengan semangat efisiensi, pengeluaran yang tidak perlu akan dialihkan ke hal-hal yang mutlak harus dipenuhi, seraya meningkatkan pendapatan untuk perusahaan,” katanya. (tim media)


