Penyelesaian pemisahan aset antara Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi dan Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi semakin mendekati tenggat waktu, yakni pertengahan tahun ini.
Dampak yang ditimbulkan pascapemisahan aset, manajemen Perumda Tirta Bhagasasi yang paling terasa dampaknya. Mulai dari berkurangnya jumlah pelanggan hingga penurunan omzet perusahaan.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi menegaskan pihaknya telah siap menerima segala konsekuensi yang terjadi pascapemisahan aset.
“Siap tidak siap, harus siap. Karena, itu bagian dari komitmen kita terhadap perjanjian kerja sama yang ditandatangani,” kata Reza Lutfi dalam keterangannya pada Jumat (27/3/2026).
Dia menjelaskan, pasca-serah terima aset kepada Pemerintah Kota Bekasi menjadi fokus bersama seluruh jajaran Perumda Tirta Bhagasasi.
“Dampak pemisahan aset pasti ada. Bagaimana kita meminimalisir dampak tersebut, bagaimana kita persiapkan kondisi yang akan datang, itu yang menjadi PR kita bersama,” imbuhnya.
Hari ini, sambung dia, modal yang pertama yakni membangun soliditas seluruh pegawai yang tergabung dalam keluarga besar Perumda Tirta Bhagasasi. Lalu, yang kedua membangun idealisme yang tinggi terhadap Perumda Tirta Bhagasasi.
“Potensi yang hilang harus kita tutup. Apapun yang kita lakukan, sepanjang kita masih menjadi keluarga besar Perumda Tirta Bhagasasi maka yang kita lakukan adalah demi kebaikan Perumda Tirta Bhagasasi. Termasuk, menutupi potensi yang hilang pascapemisahan aset,” pungkasnya. (tim media)


