Cuaca ekstrim dikhawatirkan akan menimbulkan banjir parah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membuat pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tujuannya untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca.
Alasannya, sesuai informasi awal, potensi hujan dengan durasi lebat akan terjadi hingga akhir Januari 2026. Modifikasi rencananya akan dilakukan hingga 24 Januari 2026.
“Tapi melihat kondisi cuaca, kami meminta durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi,” katabKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Muchlis, kemarin.
Modifikasi cuaca dilakukan guna meringankan beban wilayah yang terdampak banjir sebagaimana terjadi sepekan terakhir.
Muchlis menyebut, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Deputi I BNPB, memastikan pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut.
Data BPBD, banjir hari Minggu lalu terjadi di 17 dari 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi. Kondisi saat ini banjir masih melanda 12 kecamatan, kendati debit air sudah mulai turun.
Yang dikhawatirkan, adanya banjir kiriman dan lokal yang mengancam wilayah hilir seperti Kecamatan Muaragembong, utamanya dari Sungai Citarum yang meluap, dengan adanya beberapa titik tanggul Citarum yang kritis dan berpotensi jebol. Bahkan, sudah ada tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Muaragembong jebol sepanjang 8 meter dan menggenangi ratusan rumah penduduk sekitar.
Selain di Muaragembong, tanggul kritis juga ditemukan di Kecamatan Cabangbungin. Pihaknya juga meminta pihak Balai Besar Wilayah Sungai secepatnya menangani beberapa tanggul Sungai Citarum yang kritis dan terancam jebol. (tim media)


