Pemerintah daerah menyatakan keyakinannya bahwa daya serap anggaran untuk sektor pembangunan infrastruktur bakal berlanjut secara maksimal menjelang penutupan tahun anggaran. Optimisme tersebut didasari oleh rampungnya serangkaian proyek pengerjaan fisik di lapangan, yang saat ini tinggal menanti hasil pemeriksaan serta pengujian laboratorium akhir.
Selain fokus penataan jaringan jalan raya, program pengerukan dan normalisasi aliran sungai turut ditempatkan sebagai agenda prioritas pemerintah daerah setempat. Sejauh ini, pengerjaan proyek fisik untuk penataan alur sungai tersebut diklaim telah menuntaskan lebih dari 60 persen dari keseluruhan target yang direncanakan, di mana prioritas pengerjaan difokuskan pada Sungai Cikarang dan Sungai Cikarang Bekasi Laut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Henry Lincoln menjelaskan bahwa aktivitas pengerukan sungai di lapangan sudah berjalan cukup masif meskipun masih menemui hambatan teknis.
“Normalisasi sudah berjalan cukup besar, progres fisiknya di atas 60 persen. Kendala utama memang masih adanya bangunan liar. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP agar penanganannya bisa segera dilaksanakan, sehingga pekerjaan normalisasi dapat berjalan lebih efektif dan hasilnya lebih tertata,” terang Henry.
Sementara, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengungkapkan, pemerintah daerah mengawal penyelesaian seluruh rangkaian pengerjaan fisik penataan aliran air tersebut hingga batas waktu penutupan anggaran akhir tahun. Langkah ini diambil guna memastikan fungsi Daerah Aliran Sungai dapat mengalir maksimal saat musim penghujan tiba.
Asep menuturkan bahwa pemerintah daerah berupaya keras agar manfaat pengerjaan dapat langsung dirasakan oleh seluruh warga sekitar.
“Dalam beberapa bulan ke depan, pekerjaan infrastruktur akan terus kita kebut. Target kami penyerapan anggaran pembangunan infrastruktur fisik dapat terealisasi optimal di atas 90 persen hingga akhir tahun,” pungkas Asep. (Tim Media)


