Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menggencarkan dan melakukan berbagai program penanganan stunting, termasuk kerja sama lintas sektor agar angka prevalensi stunting dapat terus turun hingga mencapai target satu digit atau di bawah 10%.
Angka prevalensi stunting di daerah ini, tahun 2024, turun menjadi 18,4%. Capaian ini memperlihatkan kemajuan dari sebelumnya yang berada di angka 23,2% tahun 2023.
Kini, Pemkab Bekasi menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Di antara, penguatan perencanaan, peningkatan layanan intervensi, serta transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja usai menghadiri Rakor Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, Nusa Tenggara Tahun 2026 secara virtual, kemarin, Selasa. Rakor diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara.
Asep menegaskan, pencegahan dan penurunan stunting melalui lima poin, yakni pencegahan dan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas. Kemudian memastikan perencanaan dan penganggaran program. Kemudian, meningkatkan kualitas dan cakupan layanan melalui penguatan tata kelola dan kolaborasi. (tim media)


