Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Hajat Bumi Situ Rawabinong di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu (11/7). Tradisi tahunan ini dinilai sarat akan nilai sejarah, sosial, sekaligus spiritual yang mendalam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengungkap, Hajat Bumi merupakan refleksi rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah kehidupan, melimpahnya hasil pertanian, serta terjaganya keasrian alam lingkungan sekitar.
Endin menyebut momentum ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak agar tetap menyelaraskan arus pembangunan modern dengan program konservasi alam. Karena Situ Rawabinong memiliki peran vital sebagai kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau. Selain itu situ ini memiliki daya tarik wisata berbasis alam yang bernilai sejarah dan berpotensi mendongkrak ekonomi lokal.
“Mewakili Pemkab Bekasi, kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras panitia serta seluruh elemen masyarakat Desa Hegarmukti. Konsistensi dalam menjaga Hajat Bumi ini menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan warisan leluhur yang penuh makna,” tutur Endin.
Sementara, Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo menyampaikan, tradisi adat ini sudah dilakukan sejak tahun 1917. Selain didedikasikan untuk menghormati jasa dan perjuangan para tokoh pendiri desa, acara ini menjadi wadah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kami berkomitmen merawat tradisi Hajat Bumi Situ Rawabinong yang sudah berjalan sejak tahun 1917. Selain merefleksikan sejarah perjuangan para leluhur desa, giat ini efektif memicu kembali semangat gotong royong serta memperkokoh persatuan, baik bagi warga Hegarmukti, masyarakat Cikarang Pusat, hingga Kabupaten Bekasi secara luas,” tutup Ajo. (Tim Media)


