Guna mengembalikan fungsi saluran air, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Citarum segera membongkar bangunan liar. Puluhan bangunan yang sudah lama berdiri, dinilai menghambat air hingga persawahan masyarakat.
“Diharapkan, setelah saluran air berfungsi, mampu mengairi sekitar 1.400 hektare sawah,” ungkap Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Senin.
Selama ini, Saluran Sekunder Balong Tua di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, yang banyak dihuni bangunan liar, airnya berasal dari Bendung Sungai Hulu BSH-0.
Asep mengatakan, langkah tersebut dilakukan sekaligus mengantisipasi kekeringan lahan pertanian. Dalam pelaksanaan pembongkaran, diperintahkan agar dinas terkait berkolaborasi.
Plt Bupati memerintahkan, Dinas Sosial melakukan sosialisasi. Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan penertiban bangunan liar. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi menyiapkan alat berat ekskavator. Terhadap petani, akan diberikan bantuan bibit oleh Dinas Pertanian.
Adapun panjang Saluran Sekunder yang dinormalisasi, sepanjang 9,7 kilometer melintasi Kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi.(tim media)


