Dampak kemarau di wilayah Kabupaten Bekasi mengancam ribuan hektare lahan pertanian masyarakat. Bahkan, dikhawatirkan padi terancam tidak dapat berproduksi.
Guna mengurangi kerugian masyarakat, Pemkab Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai melakukan percepatan normalisasi saluran irigasi. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan sekitar 1.500 hektare sawah di Kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi.
Terkait hal itulah, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja terjun ke lapangan meninjau kali sekunder yang segera dinormalisasi dari bangunan luar. Diharapkan, dengan upaya tersebut, air dapat mengalir kembali.
Ia bersama dinas terkait meninjau saluran sekunder Balongtua di Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani dan Desa Sukawijaya Kecamatan Tambelang, kemarin.
Normalisasi harus dilakukan sehingga tidak sampai merugikan masyarakat. Maka, pihaknya bersama BBWS akan melakukan normalisasi saluran sepanjang sekitar 4,5 kilometer.
Penertiban bangunan liar wajib dilakukan dan dilanjutkan normalisasi saluran. Di lokasi terdapat 217 bangunan liar yang harus ditertibkan.
Penertiban dilakukan secara persuasif dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Alhamdulillah sebagian besar warga memahami normalisasi untuk kepentingan masyarakat khususnya petani.
Normalisasi dilakukan pihak BBWS dan penertiban oleh Pemkab Bekasi oleh Satpol PP. Pemerintah Kabupaten Bekasi dan BBWS segera rapat teknis mematangkan pelaksanaan normalisasi serta penanganan bangunan liar di sepanjang SS Balong Tua.
Diharapkan dengan normalisasi mampu mengembalikan fungsi saluran irigasi mengairi lahan pertanian masyarakat. (tim


