Strategi Digitalisasi dan Musrenbang CSR Bawa Kabupaten Bekasi Sabet Penghargaan Tertinggi di Jabar

Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali meraih penghargaan dalam tata kelola kemitraan dunia usaha. Melalui pendekatan inovatif yang memadukan teknologi digital dan ruang diskusi terbuka, Pemkab Bekasi sukses menjadi wilayah Terbaik I kategori Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Tingkat Lanjutan dalam ajang Forum CSR Jawa Barat 2026. Pencapaian tertinggi ini diraih setelah pada tahun 2025 Kabupaten Bekasi harus puas berada di peringkat kedua.

Prestasi ini diraih oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi yang meluncurkan sistem digitalisasi menu program CSR. Lewat platform ini, korporasi tidak lagi meraba-raba program apa yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Bekasi Vina Sari Nalurita mengatakan, selain digitalisasi, Pemkab Bekasi juga mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang menggelar Musrenbang CSR. Forum ini menjadi jembatan formal untuk menyelaraskan cetak biru pembangunan daerah dengan target sosial perusahaan.

“Kami mencoba mendobrak pola lama dengan menyusun menu program pembangunan yang klop dengan pilar CSR perusahaan. Kurasi ini kami sodorkan tepat saat perusahaan menyusun anggaran tahunan mereka antara Juli hingga Oktober,” ujar Vina.

Strategi jemput bola ini, lanjut Vina, terbukti sangat ampuh. Tercatat, adanya lonjakan signifikan dengan masuknya 26 perusahaan baru yang berkomitmen menjadi mitra CSR pada tahun 2025–2026. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, kolaborasi tersebut telah mengunci kesepakatan 59 kegiatan pembangunan strategis yang didanai oleh konsorsium 14 mitra utama. Mulai dari kawasan industri, yayasan, hingga perguruan tinggi. Bahkan beberapa pengerjaan fisik sudah mulai dilakukan.

“Alhamdulillah, sarana pendidikan yang rusak dan program Rumah Tidak Layak Huni sudah mulai dieksekusi di beberapa titik,” tutup Vina. (Tim Media)