Menteri PKP Bangun 141.000 Unit Rusun Bersubsidi 30 Lantai di Bekasi

Pemerintah bekerja sama dengan pengusaha swasta akan membangun rumah susun bersubsidi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akan dibangun 141.000 unit di 18 tower yang terdapat di 3 kawasan.

Masing-masing tower setinggi 30 lantai. Terdiri 3 tipe, di antaranya unit satu kamar, dua kamar, dan tiga kamar. Pada 8 Maret 2026, ditargetkan memulai pemasangan tiang pancang.

Tepat tanggal 17 Agustus 2026, mulai membangun fisik. Tahun 2028, targetnya sudah selesai. Masing-masing kawasan akan dibangun 47 ribu unit dan merupakan hunian layak bagi rakyat.

Penjelasan itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait saat menghadiri pembukaan lahan di Meikarta Kawasan Exit tol Cibatu, Cikarang Selatan, Kamis.

Pembangunan ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini bagian dari program besar perumahan rakyat di wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Maruarar menyebut, pertimbangan pembangunan di Bekasi yang berbatasan dengan Karawang, karena kedua wilayah ini, merupakan kawasan industri besar dengan pertumbuhan investasi dan penduduk yang pesat.

Alasan pembangunan rusun, mengingat harga tanah makin mahal, sementara jumlah penduduk bertambah terus. Maka, pilihannya membangun rumah apartemen bersubsidi.

Lokasi rusun dekat dengan pusat aktivitas masyarakat seperti sekolah, rumah sakit, pasar, tempat ibadah, hingga kawasan industri.

Hadir saat itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Gubenur dan bupati menyatakan dukungannya atas pembangunan tersebut yang merupakan program pembangunan 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.

Plt Bupati Bekasi Asep berharap harga terjangkau dan bisa menjadi solusi upaya pencegahan banjir jangka panjang. Kemudian bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (tim media)