Guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah Tirta Bhagasasi terus meningkatkan kinerja. Salah satu caranya, mengurangi kebocoran atau kehilangan air. Kemudian, melakukan efisiensi terkait kegiatan yang tidak produktif.
“Tahun 2026, salah satu fokus kita adalah menekan kehilangan air atau NRW. Jika satu persen saja kita berhasil mengurangi kehilangan air, susah sangat membantu pendapatan,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi Reza Lutfi.
Ia mengakui kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) di perusahaan yang dipimpinnya, masih tinggi. Air tak berekening atau NRW sudah terjadi sejak lama.
Maka, satu tahun lebih kepemimpinnya, Reza bersama direksi bidang dan semua pegawai yang berkaitan dengan produksi dan distribusi air bersih, terus bekerja keras.
Ada pun penyebab utama kebocoran antara lain karena usia pipa jaringan sudah tua. Ini merupakan penyebab terbesar yang membuat pipa rentan pecah dan bocor
Kemudian, akibat tekanan air tinggi pada jaringan distribusi dapat menyebabkan pipa dapat retak atau pecah. Adanya pemasangan pipa tidak sesuai standar juga faktor lain kebocoran, juga adanya illegal connection atau penyambungan liar, serta kerusakan water meter akibat mati, buram, atau rusak yang dapat mengakitbatkan ketidakakuratan dalam mencatat pemakaian.
Guna mengurangi kebocoran, upaya Perumda Tirta Bhagasasi berupa kerja sama dengan pihak ketiga untuk deteksi dan perbaikan kebocoran, serta penggantian jaringan pipa dan water meter secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. (tim media)


