Pemkab Bekasi Peringkat Empat Terbaik Penanganan Stunting di Jabar

Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Cirinya, anak lebih pendek dari standar usianya.
Hal ini dapat menghambat perkembangan otak dan meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari. Penyebab utama karena gizi buruk dan kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan anak.

Di Kabupaten Bekasi, guna mengurangi hingga mengatasi hal itu, pemerintah daerah, telah melakukan berbagai upaya. Hasilnya, mencatatkan prestasi dan kini peringkat keempat terbaik se-Jawa Barat dalam kinerja konvergensi stunting.

Prevalensi stunting di Kabupaten Bekasi turun dari 23,2 persen pada 2023 menjadi 18,2 persen di 2024. Ini merupakan kerja kolektif semua pihak secara terkoordinasi.

Tak hanya stunting, Kabupaten Bekasi juga memperoleh penghargaan kinerja baik dalam penurunan angka kemiskinan, turun dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 4,3 persen pada 2025.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi Fadly Marissatrio, kemarin.

Berbagai prestasi juga diraih Kabupaten Bekasi dan Bappeda berperan sebagai koordinator dalam berbagai program nasional lintas sektor yang menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat, seperti stunting, kemiskinan.(tim media)